Cerita Cabul Guru Senam


Sebagai guru senam Iskak, 57, sudah biasa mengajari istri orang untuk belajar senam. Tapi ketika “senam”-nya itu di kamar istri orang yang sedang jadi TKI di Australia, jadilah masalah besar. Warga yang tak terima guru senam ini ngeloni Ny. Ratih, 50, istri Markijo, 55, langsung saja digerebek dan diserahkan Pak Kades untuk bertanggungjawab.

Perempuan paling panik menghadapi obesitas (kegemukan). Sebab dengan penampilan yang gembrot, banyak suami yang berpaling ke perempuan lain. Nah, untuk menjaga kelangsingan tubuh, ditempuhlah berbagai cara termasuk rajin senam. Ada yang senam sendiri, ada yang belajar pada guru senam. Karena guru senamnya kaum lelaki, di sinilah sering terjadi masalah, yakni ketika sang guru jatuh kasmaran pada murid senamnya. Bila sudah demikian, medan senamnya pun suka berpindah, dari ruang terbuka ganti ke ruang tertutup dalam hotel.

Iskak sebagai guru senam, ternyata begitu juga. Saat melihat murid senamnya yang bernama Ny. Ratih, jakunnya ikut turun naik ketika melihat lenggang lenggoknya. Gerakan pantatnya yang megal megol ke samping dan ke depan, membuat otak Iskak jadi ngeres luar biasa. “Usia memang sudah kepala lima, tapi sepertinya masih STNK (Setengah Tua Ning Kepenak)….,” kata Iskak dalam hati.

Dengan alasan membetulkan posisi tubuh atau gerakan tangan, Iskak sering cari kesempatan memegang-megang tubuh Ny. Ratih. Lama-lama si perempuan tahu juga bahwa pegangan itu sangat tendensius dan ora urus (kurang ajar), tapi karena sudah sekian lama tak dapat sentuhan suami, mak serrrrr juga. Lalu ditambah kata-kata yang menjurus lewat omongan langsung atau SMS, Ratih menjadi tahu isi jeroan atau aspirasi urusan bawah guru yang sebenarnya. Awalnya Ratih mencoba menghindar, tapi setan yang sudah lepas dari belenggu ramadan, mencoba mengompori. “Selingkuh dikit-dikit gak papa…,” kata setan.

Akhirnya Ratih pun memberi ruang atas kreativitas si guru senam. Tahu lampu sudah menyala hijau, Iskan mengajak murid senamnya ke hotel. Eh ternyata mau juga, maka acara senam itu menjadi makin seru saja jadinya. Di ruang yang tertutup itu, “senam” itu tak lagi dengan baju seragam, justru tanpa baju sama sekali. Biar nggak sumuk (gerah) katanya. Padahal sumuk di sini, artinya bisa menjadi: susu pun didumuk (disentuh). Tapi meski kurang ajar, Ratih sangat menikmati.

Tapi yang namanya “senam” di hotel kan harus pakai uang berlebih, dan itu tak selalu tersedia. Maka demi penghematan, “senam” istimewa itu sering dilakukan di rumah Ratih di Desa Kedungbanteng Kecamatan Pilangkenceng, Madiun (Jatim). Habis senam tengah malam, Iskak tak segera pulang, tapi malah tidur satu ranjang bersama muridnya. Pules sekali, maklum bar entuk-entukan (memperoleh segalanya).

Lama-lama warga jadi curiga atas aktivitas Iskak, terlebih-lebih semua tahu bahwa suami Ratih sedang jadi TKI di Australia. Maka warga pun lalu menganalisa, jangan-jangan di kala suami mencari dolar di negri Kanguru, Iskak malah jadi primata berkantung kecil, yang suka loncat sana loncat sini ke bini orang. Bila itu terjadi, sama saja guru senam itu menjadikan rumah Ratih sebagai arena mesum. “Memangnya kampung kita tempat bordil, apa?” kata warga kemudian.

Untuk menjaga citra desa, warga sepakat memberi pelajaran pada mereka. Nah, ketika malam itu Iskak kembali menginap di rumah Ratih, warga menggerebeknya. Tidak dalam posisi berbuat memang, tapi ketika keduanya kedapatan tidur seranjang dan berdekapan, bisa ditebak apa yang pernah terjadi selama ini. “Kula mboten napa-napa (saya nggak berbuat apa-apa),” kata Iskak mencoba berkelit. Tapi warga tetap saja membawanya ke Balai Desa untuk diselesaikan.

Dalam pemeriksaan, Iskak mengaku siap menikahi Ratih sebagai istri kedua. Sebab meski PNS dilarang poligami, yang penting istrinya merelakan dia kawin lagi. Soal dia bakal kena tindakan sebagai saknsi disiplin pegawai negri, dia siap menerima. Masalahnya, relakah Markijo melepaskan istrinya untuk dinikahi pria lain. Jika dia malah menuntut ke pengadilan, bagaimana?

Ya semoga suami Ratih macam Prabu Puntadewa wayangkulit. (JP/Gunarso TS

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011 Catatan Anak Kampus | thx to google | Powered by Blogger.Com.